algoritma memang bisa hilang dalam semalam, tapi bagi seorang remaja hal itu tidak akan terasa merugikan, mengapa? bagi remaja gen z, yaitu contoh nya saya, ide ide konten yang dikeluarkan atau pemikiran pemikiran modern trus berkeluaran atau dibuat dengan cepat dibanding orang dewasa pada umum nya, jika memang video yang dibuat tidak memenuhi ekspetasi, remaja tidak akan merasa down atau terpukul, mereka justru semakin bersemangat atau kata lain nya mereka lebih terpacu akan kegagalan yang mereka alami, nah kegagalan yang saya maksud tidak selalu di jadikan acuan untuk menyerah, tapi justru dijadikan pengalaman atau perbaikan diri dan perubahan ide yang lebih baik lagi, jadi lebih jelas nya, remaja gen z tidak kenal takut dan menyerah, tapi justru semakin bersemangat dengan kegagalan yang mereka alami. sedangkan jika remaja membangun bisnis konvesional, dan bisnis itu mengalami penurunan, akan adanya kerugian uang puluhan juta, dan tetap membayar uang sewa tempat yang mahal walaupun penjualan tidak ada, dan kerugian besar lainnya. itu lah mengapa, REMAJA lebih memilih menjadi konten kreator yang merupakan fashion mereka itu sendiri